Jangkauan Tangerang Selatan – Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama hampir sepekan di Jalan Raya Serpong menuai keluhan warga dan pengguna jalan. Sampah rumah tangga yang menggunung di pinggir jalan itu menimbulkan bau menyengat, merusak pemandangan, serta mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas setiap hari.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan sampah di kawasan yang dikenal sebagai salah satu jalur padat aktivitas di wilayah Tangerang Selatan.
Sampah Menggunung di Jalur Padat Lalu Lintas
Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga lainnya menutupi sebagian bahu jalan. Sampah yang dibiarkan terlalu lama itu tampak menghitam dan basah, menandakan sudah berhari-hari tidak diangkut.
Jalan Raya Serpong sendiri merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga pejalan kaki. Keberadaan sampah di titik tersebut membuat kawasan terlihat kumuh dan tidak terawat.
“Sudah hampir seminggu tidak diangkut. Bau busuknya bikin mual,” keluh salah seorang warga sekitar.
Bau Menyengat Ganggu Aktivitas Warga
Warga mengaku sangat terganggu dengan aroma tak sedap yang menyebar, terutama pada siang hari dan saat hujan turun. Bau sampah kerap tercium hingga ke permukiman dan area usaha di sekitar lokasi.
Selain bau, keberadaan lalat dan serangga juga menambah ketidaknyamanan. Warga khawatir kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Kalau lewat sini harus tutup hidung. Apalagi pedagang dan warga yang rumahnya dekat,” ujar warga lainnya.

Baca juga: Pemkot Tangsel Siaga Inflasi Jelang Nataru, Pilar: Stabilitas Harga Pangan Jadi Prioritas
Dikeluhkan Pengguna Jalan
Tidak hanya warga sekitar, para pengguna jalan juga mengeluhkan kondisi tersebut. Pengendara sepeda motor dan pejalan kaki merasa terganggu, sementara pengemudi mobil khawatir sampah meluber ke badan jalan dan membahayakan keselamatan lalu lintas.
Sejumlah pengendara bahkan terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintas di lokasi karena sampah berserakan hingga ke aspal.
Diduga Terkendala Pengangkutan
Warga menduga penumpukan sampah terjadi akibat terkendalanya pengangkutan oleh petugas kebersihan. Ada pula dugaan meningkatnya volume sampah tanpa diimbangi pengangkutan yang rutin.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pengangkutan sampah tersebut.
“Kami cuma ingin sampah ini segera diangkut. Jangan sampai dibiarkan berlama-lama seperti ini,” kata warga.
Warga Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Warga meminta agar pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dan tidak menunggu hingga sampah menggunung.
Selain itu, warga juga mengusulkan adanya pengawasan dan penataan ulang titik pembuangan sampah agar tidak berada di pinggir jalan utama.
“Ini jalan besar, wajah kota. Harusnya lebih diperhatikan,” tegas warga setempat.
Ancaman Kesehatan dan Lingkungan
Pengamat lingkungan menilai penumpukan sampah di ruang publik berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.
Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini juga dapat menciptakan kebiasaan buruk, di mana warga lain ikut membuang sampah sembarangan karena melihat tumpukan yang sudah ada.
Harapan Penanganan Berkelanjutan
Warga berharap kejadian serupa tidak terus berulang. Selain penanganan cepat, masyarakat juga meminta solusi jangka panjang, seperti penambahan armada angkut sampah, penjadwalan yang jelas, serta edukasi kepada warga terkait pengelolaan sampah.
Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, warga optimistis Jalan Raya Serpong dapat kembali bersih, nyaman, dan bebas dari bau menyengat yang meresahkan.






