Jangkauan Tangerang Selatan – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak. Hal ini disampaikan dalam sebuah kegiatan pembinaan masyarakat yang digelar di wilayah Kecamatan Tigaraksa, menyusul meningkatnya berbagai persoalan pendidikan yang berkaitan dengan kedisiplinan, prestasi akademik, hingga penggunaan gawai berlebihan di kalangan pelajar.
Peran Orang Tua Dinilai Sangat Menentukan
Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya bergantung pada sekolah atau guru, tetapi juga pada pola asuh dan pendampingan orang tua di rumah. Menurutnya, perkembangan zaman yang kian cepat membuat anak rentan terhadap berbagai pengaruh negatif jika tidak diarahkan dengan baik.
“Peran orang tua sangat penting. Sekolah hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi pembentukan karakter utama ada di rumah. Dengan pendampingan yang baik, anak dapat berkembang secara maksimal,” ujar Sekda.
Ia menegaskan, pendidikan bukan sekadar kemampuan akademik, tetapi juga mencakup sikap, kedisiplinan, empati, dan keterampilan sosial yang harus dibangun sejak dini.
Penggunaan Gawai dan Internet Harus Diawasi
Sekda juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar bagi orang tua saat ini adalah mengawasi penggunaan gawai dan internet. Ia mengungkapkan, banyak kasus penurunan prestasi siswa, kecanduan game online, hingga perundungan digital yang muncul karena kurangnya kontrol dari orang tua.
Ia mengajak orang tua untuk lebih memahami dunia digital, termasuk cara mengawasi aktivitas online anak melalui fitur kontrol orang tua (parental control), serta membangun komunikasi yang intens.
“Anak-anak kita hidup di era serba digital. Kita sebagai orang tua harus ikut melek teknologi agar tidak ketinggalan dalam mengarahkan mereka,” tambahnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Banten: Bullying di Sekolah Bukan Kasus Remeh, Tapi Ancaman Serius Masa Depan Anak
Sinergi Orang Tua, Sekolah, dan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong terbentuknya sinergi yang kuat antara orang tua dan sekolah. Sekda berharap para orang tua aktif berkomunikasi dengan guru mengenai perkembangan anak, baik akademik maupun perilaku.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga berkomitmen terus memperkuat program edukasi berbasis keluarga melalui sosialisasi parenting, pelatihan guru, dan penguatan sekolah ramah anak.
Bangun Lingkungan Belajar Kondusif di Rumah
Sekda menilai pentingnya menciptakan rumah sebagai lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Orang tua diminta tidak hanya menuntut prestasi anak, tetapi juga menyediakan ruang, waktu, dan perhatian yang memadai.
Ia juga mengingatkan bahwa anak membutuhkan dukungan emosional untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mandiri.
“Berikan motivasi. Sapa mereka setelah pulang sekolah. Tanyakan apa yang mereka pelajari. Hal sederhana seperti itu sangat berdampak bagi psikologi anak,” katanya.
Tingkatkan Wawasan Melalui Kegiatan Positif
Selain pengawasan, orang tua juga diajak untuk mendorong anak berpartisipasi dalam kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, olahraga, seni, hingga kegiatan keagamaan. Hal ini dinilai mampu mengurangi potensi anak terjerumus pada aktivitas negatif dan membantu mereka menemukan minat serta bakat.
Sekda menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan fasilitas dan ruang kreativitas bagi pelajar melalui sejumlah program pembinaan.
Harapan untuk Mewujudkan Generasi Berkarakter
Di akhir arahannya, Sekda Tangerang menegaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak merupakan investasi jangka panjang demi masa depan daerah. Ia berharap orang tua, sekolah, dan pemerintah dapat bergandengan tangan dalam melahirkan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
“Kita ingin menciptakan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat. Itu semua dimulai dari rumah,” tutupnya.






