Tangerang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat memberikan perhatian kepada para korban kebakaran yang melanda Asrama Polisi di Ciputat pada Selasa (3/9) malam. Melalui berbagai dinas terkait, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga pendampingan psikologis untuk memastikan kondisi mental korban tetap terjaga.
Bantuan Darurat untuk Kebutuhan Harian
Sejak kejadian, Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel telah menyalurkan paket sembako, makanan siap saji, selimut, hingga pakaian layak pakai kepada korban yang sementara waktu harus mengungsi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga polisi yang kehilangan tempat tinggal dan sebagian barang berharga akibat kebakaran.
“Kami memastikan kebutuhan dasar para korban tetap terpenuhi. Semua bantuan diberikan secara bertahap sesuai hasil pendataan di lapangan,” kata Kepala Dinas Sosial Tangsel.
Pendampingan Psikologis bagi Korban
Selain bantuan logistik, Pemkot Tangsel juga menghadirkan tim psikolog dari Dinas Kesehatan untuk melakukan trauma healing kepada para korban, khususnya anak-anak. Pendampingan ini dinilai penting karena musibah kebakaran dapat menimbulkan trauma mendalam.
Wali Kota Tangsel menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental warganya. “Kami ingin memastikan korban mendapatkan perhatian menyeluruh. Anak-anak harus segera dipulihkan dari trauma agar bisa kembali beraktivitas normal,” ujarnya.

Baca juga: Sekda Bambang Dampingi Wapres Gibran Tinjau MBG di 2 SMPN Tangsel
Kerja Sama Lintas Instansi
Upaya penanganan pasca kebakaran ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian, TNI, hingga organisasi masyarakat. Posko darurat didirikan di sekitar lokasi untuk menampung pengungsi sekaligus memudahkan koordinasi bantuan.
Kapolres Tangsel mengapresiasi dukungan Pemkot yang dinilai sigap dan tanggap. “Kolaborasi ini sangat membantu anggota kami yang sedang berduka akibat kehilangan tempat tinggal. Sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat harus terus dijaga,” katanya.
Rencana Pemulihan Jangka Panjang
Selain bantuan darurat, Pemkot Tangsel juga menyiapkan program pemulihan jangka panjang. Salah satunya melalui fasilitasi perbaikan hunian yang terbakar. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk merancang pembangunan kembali asrama yang lebih layak dan aman.
“Perbaikan infrastruktur menjadi perhatian kami. Kami akan mencari solusi terbaik agar keluarga korban bisa kembali memiliki tempat tinggal yang nyaman,” jelas Wali Kota.
Harapan Korban dan Masyarakat
Para korban menyambut baik perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah. Salah seorang korban, Nuraini, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya posko bantuan. “Kami bersyukur Pemkot langsung turun tangan. Bantuan sembako dan pakaian membuat kami bisa bertahan di masa sulit ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Masyarakat sekitar juga turut memberikan donasi berupa makanan, pakaian, dan tenaga sukarela. Dukungan tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas di tengah bencana.
Penutup
Respon cepat Pemkot Tangsel dalam memberikan bantuan sembako hingga pendampingan psikologis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya. Meski musibah kebakaran meninggalkan luka mendalam, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diyakini mampu mempercepat proses pemulihan korban.
Dengan langkah konkret ini, Pemkot Tangsel berharap keluarga korban dapat segera bangkit, sementara pembangunan kembali asrama polisi menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi cobaan.






