Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menunjukkan kepedulian mendalam terhadap korban kebakaran yang menimpa Asrama Polsek Serpong dengan menyediakan layanan trauma healing. Langkah ini diambil agar para korban, khususnya anak-anak dan keluarga, dapat segera pulih secara psikologis pasca insiden yang mengakibatkan kerugian besar.
Pemkot Tangsel Turun Langsung
Wali Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa kebakaran bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyisakan luka batin yang mendalam bagi korban. Oleh karena itu, Pemkot tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga mengirim tim psikolog untuk memberikan pendampingan.
“Pemulihan psikologis sangat penting, terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma. Kami ingin memastikan mereka bisa kembali merasa aman dan nyaman,” ujar Wali Kota.
Layanan Trauma Healing Berbasis Komunitas
Tim trauma healing yang diterjunkan terdiri dari psikolog, tenaga kesehatan, dan relawan sosial. Pendekatan dilakukan secara berbasis komunitas, di mana korban didampingi dalam kegiatan konseling kelompok, permainan edukatif untuk anak-anak, hingga sesi curhat bersama.
Seorang psikolog yang terlibat menjelaskan bahwa proses pemulihan trauma tidak bisa instan, namun perlu dilakukan secara bertahap. “Yang terpenting adalah korban merasa tidak sendirian. Ada dukungan dari keluarga, komunitas, dan pemerintah,” ujarnya.

Fokus pada Anak dan Keluarga
Anak-anak menjadi fokus utama dalam layanan trauma healing. Mereka difasilitasi dengan aktivitas menggambar, bercerita, dan bermain bersama untuk menyalurkan rasa takut yang masih mereka simpan. Sementara bagi orang dewasa, sesi konseling lebih diarahkan pada strategi menghadapi stres pasca kehilangan tempat tinggal.
Salah satu korban kebakaran mengaku lega dengan adanya layanan ini. “Kami masih sering teringat kejadian itu. Tapi dengan ada pendampingan seperti ini, rasanya lebih tenang,” ungkapnya.
Sinergi Pemerintah dan Aparat Kepolisian
Selain Pemkot Tangsel, pihak kepolisian juga terlibat aktif dalam memberikan pendampingan kepada anggotanya yang terdampak. Kolaborasi antara Pemkot dan Polsek Serpong diharapkan mempercepat pemulihan, baik dari sisi psikologis maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari korban.
Kapolsek Serpong menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemkot. “Bantuan trauma healing ini sangat berarti. Personel kami dan keluarganya benar-benar membutuhkan dukungan untuk bangkit kembali,” katanya.
Langkah Pemulihan Berkelanjutan
Pemkot Tangsel berkomitmen menjadikan trauma healing sebagai program berkelanjutan hingga kondisi korban benar-benar stabil. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan lanjutan, termasuk perbaikan hunian sementara dan dukungan sosial lainnya.
“Kami tidak ingin hanya memberikan bantuan sesaat. Pemulihan psikologis dan sosial masyarakat adalah prioritas kami,” tegas Wali Kota.
Penutup
Kebakaran Asrama Polsek Serpong menjadi ujian berat bagi masyarakat dan aparat kepolisian setempat. Namun, melalui layanan trauma healing yang diinisiasi Pemkot Tangsel, diharapkan korban dapat kembali bangkit, menatap masa depan dengan optimis, dan perlahan melepaskan trauma yang membekas.






