Jangkauan Tangerang Selatan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin sore menyebabkan sejumlah titik mengalami longsor dan banjir. Peristiwa ini membuat akses warga terganggu dan memicu kekhawatiran akan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan.
Hujan Lebat Sebabkan Tanggul dan Tebing Longsor
Salah satu kejadian paling terdampak terjadi di kawasan perumahan padat penduduk. Tebing setinggi hampir 5 meter dilaporkan longsor setelah tanah jenuh oleh air. Material longsoran menutup sebagian akses jalan setempat dan mengganggu lalu lintas warga.
Warga mengaku kaget karena suara gemuruh tiba-tiba terdengar saat material tanah ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun longsor merusak sebagian pagar rumah dan saluran air di sekitar lokasi.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi material dan memasang garis pengaman agar warga tidak mendekat pada area rawan.
Sejumlah Ruas Jalan Terendam Banjir
Selain longsor, banjir juga melanda beberapa titik di Tangerang Selatan, terutama di wilayah dengan drainase yang tidak mampu menampung debit air tinggi. Genangan air dengan ketinggian 30–60 cm terjadi di ruas jalan utama yang menghubungkan beberapa permukiman.
Kendaraan roda dua kesulitan melintas sementara mobil harus merayap pelan untuk menghindari mogok. Sejumlah warga memilih menunggu dan berteduh hingga banjir surut.
“Banjirnya cepat datang karena hujan deras lebih dari dua jam. Saluran air langsung penuh,” ujar salah satu warga.

Baca juga: Bermodal Sampah Botol, Koperasi Pemulung Tangsel Bisa Raup Rp 1,2 M/Bulan!
BPBD: Intensitas Hujan Sangat Tinggi
Kepala BPBD Tangsel menjelaskan bahwa hujan yang turun memiliki intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama sehingga memicu dua jenis bencana sekaligus. Ia mengingatkan bahwa daerah Tangsel, khususnya yang berdekatan dengan aliran sungai dan lembah, memang memiliki kerentanan terhadap banjir dan longsor.
“Kami telah menerjunkan tim ke seluruh titik terdampak untuk memastikan keamanan warga. Kami juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.
Pemerintah Lakukan Penanganan Cepat
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, dan damkar dikerahkan melakukan pembersihan material longsor dan penyedotan genangan di beberapa titik banjir. Drainase yang tersumbat juga dibersihkan untuk mempercepat aliran air.
Selain itu, pemerintah kota mengaktifkan posko siaga bencana untuk memantau potensi bencana susulan apabila hujan kembali mengguyur.
Warga Diimbau Waspada
Dengan meningkatnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, atau daerah rawan banjir.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan warga di antaranya:
-
Menghindari beraktivitas di area rawan longsor saat hujan
-
Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat
-
Melaporkan kondisi darurat ke posko siaga bencana atau kelurahan
Antisipasi Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, Pemkot Tangsel juga menegaskan perlunya penataan drainase dan penguatan lereng untuk mencegah kejadian serupa. Pembangunan sistem resapan air dan normalisasi sungai direncanakan menjadi program prioritas menghadapi musim penghujan.
“Perbaikan infrastruktur pengendali banjir harus dipercepat agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ujar salah satu pejabat Dinas PUPR.






