Jangkauan Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui kolaborasi lintas lembaga. Salah satu langkah terbaru dilakukan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel dengan menyalurkan bantuan kepada 280 keluarga penerima manfaat (KPM) yang memiliki anak berisiko stunting.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan intervensi gizi dan sosial berjalan efektif, menyeluruh, serta tepat sasaran.
280 Keluarga Penerima Manfaat Diberi Bantuan Terarah
Bantuan yang disalurkan mencakup paket berisi makanan bergizi, susu, vitamin, hingga kebutuhan tambahan untuk pemenuhan gizi anak dan ibu. Setiap paket disesuaikan dengan hasil pemantauan status gizi yang dilakukan Puskesmas dan kader posyandu.
Baznas Tangsel mengungkapkan bahwa bantuan ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bentuk aksi nyata yang berkelanjutan.
“Sasaran kami jelas: memastikan setiap anak Tangsel tumbuh dengan baik dan terhindar dari risiko stunting,” ujar Ketua Baznas Tangsel.
Pemkot Tangsel Fokus Kolaborasi Lintas Sektor
Wali Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti Baznas, organisasi masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat penurunan angka stunting.
Menurutnya, bantuan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban ekonomi keluarga prasejahtera yang rentan terhadap masalah gizi.
“Kami mengajak semua pihak terlibat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesehatan generasi masa depan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Baca juga: Dekranasda Tangsel Art Festival 2025 Resmi Ditutup, Produk Lokal Kian Diminati
Pendekatan Intervensi Gizi Dilakukan Secara Berkesinambungan
Selain bantuan langsung, Pemkot Tangsel juga menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan jangka panjang. Kader kesehatan di Kecamatan dan Kelurahan dilibatkan untuk memantau perkembangan fisik anak, memastikan pola makan seimbang, serta memberikan penyuluhan kepada orang tua.
Program ini juga disinergikan dengan kampanye konsumsi pangan lokal bergizi tinggi, seperti telur, ikan, dan sayur-sayuran yang mudah dijangkau keluarga.
Baznas Tawarkan Dukungan Berkelanjutan
Baznas Tangsel menyatakan siap melanjutkan dan memperluas program bantuan sesuai kebutuhan lapangan. Mereka menilai intervensi pencegahan jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan penanganan setelah anak mengalami stunting.
Tahun depan, Baznas merencanakan peningkatan jumlah penerima manfaat, khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.
Masyarakat Diminta Aktif dalam Pemantauan Gizi Anak
Pemkot Tangsel meminta keluarga penerima manfaat serta masyarakat secara umum untuk aktif dalam pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu. Selain itu, orang tua diminta menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola makan bergizi, serta memprioritaskan kesehatan ibu hamil dan balita.
Penutup
Kolaborasi antara Pemkot Tangsel dan Baznas ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama menurunkan angka stunting di Tangerang Selatan. Dengan menyasar 280 keluarga, langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi kesehatan anak-anak dan masa depan generasi Tangsel.






