Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Benyamin Dampingi Mensos dan Gubernur Banten Kenang Sejarah di Monumen Palagan Lengkong Tangsel

Shoppe Mall

Jangkauan Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, turut mendampingi Menteri Sosial RI dan Gubernur Banten dalam acara napak tilas sejarah di Monumen Palagan Lengkong, sebuah situs bersejarah yang menjadi simbol perjuangan pasukan militer Indonesia di masa awal kemerdekaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pahlawan serta memperkuat kesadaran sejarah generasi muda.

Peringatan Peristiwa Bersejarah 25 Januari 1946

Monumen Palagan Lengkong merupakan lokasi pertempuran legendaris yang terjadi pada 25 Januari 1946 di Kampung Lengkong, Serpong, antara para taruna Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Mayor Daan Mogot dengan pasukan Jepang yang belum sepenuhnya dilucuti. Pertempuran tersebut menelan banyak korban jiwa, termasuk Mayor Daan Mogot sendiri.

Shoppe Mall

Dalam kunjungannya, Mensos RI menegaskan bahwa peristiwa Palagan Lengkong harus terus dikenang sebagai bagian dari mata rantai perjuangan bangsa. Ia menyebut keberanian para taruna sebagai simbol pengorbanan generasi muda saat mempertahankan kemerdekaan.

“Peristiwa ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja. Ada darah dan perjuangan para pahlawan muda yang gugur di sini,” ujar Mensos dalam sambutannya.

Wali Kota Benyamin: Tangsel Tidak Akan Lupa Jasa Pahlawan

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyampaikan rasa hormat dan bangga atas sejarah yang terpatri di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa keberadaan Monumen Palagan Lengkong menjadi identitas penting bagi Tangerang Selatan sebagai daerah yang sejak awal ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Kami di Pemerintah Kota Tangerang Selatan senantiasa menjaga, merawat, dan mempromosikan monumen ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan. Tangsel tidak akan pernah lupa,” tegas Benyamin.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Sosial dan Gubernur Banten sebagai wujud perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap nilai sejarah daerah.

Gubernur Banten Dorong Pelestarian Situs Sejarah

Gubernur Banten dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pelestarian situs sejarah agar generasi muda dapat belajar langsung dari jejak perjuangan para pendahulu. Menurutnya, situs seperti Monumen Palagan Lengkong harus dikelola dengan baik sebagai ruang edukasi dan wisata sejarah.

“Ini bukan hanya monumen, tetapi ruang belajar bagi generasi bangsa. Kita harus memastikan tempat ini tetap terawat dan dikenal lebih luas,” ujarnya.

Benyamin
Benyamin

Baca juga: Sekda Tangerang Minta Orang Tua Peduli Pendidikan Anak

Pemerintah Provinsi Banten juga berencana memberikan dukungan dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan monumen agar dapat menjadi destinasi edukatif yang representatif.

Rangkaian Kegiatan: Penghormatan dan Napak Tilas

Acara di Monumen Palagan Lengkong diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari tabur bunga, penghormatan kepada arwah pahlawan, pembacaan sejarah pertempuran, hingga napak tilas yang dipandu sejarawan lokal. Para pejabat juga berdialog dengan komunitas sejarah dan keluarga pejuang yang hadir.

Peserta napak tilas diajak menyusuri area monumen sambil mendengarkan penjelasan mengenai strategi perang, lokasi gugurnya para taruna, serta peran Mayor Daan Mogot sebagai perwira muda berusia 19 tahun yang menjadi simbol kepahlawanan.

Masyarakat dan Pelajar Antusias Mengikuti

Kegiatan ini turut dihadiri pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta sejarah, dan masyarakat sekitar. Antusiasme mereka terlihat saat mengikuti jalannya acara dan mendengarkan pemaparan sejarah oleh para narasumber.

Sejumlah pelajar mengaku bangga bisa belajar langsung di lokasi bersejarah. “Kami biasanya hanya membaca di buku, tapi hari ini bisa melihat langsung tempat pertempuran. Rasanya lebih menyentuh,” ujar salah satu siswa peserta kegiatan.

Komitmen Pemkot: Jadikan Sejarah Bagian dari Identitas Kota

Wali Kota Benyamin menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan terus mendorong edukasi sejarah melalui kerja sama dengan sekolah dan institusi pendidikan. Ia menekankan bahwa memahami sejarah adalah fondasi untuk membangun karakter warga kota yang kuat dan berwawasan kebangsaan.

“Kota yang maju adalah kota yang menghormati sejarahnya. Kami ingin generasi muda Tangsel bangga akan identitas daerahnya,” ungkap Benyamin.

Penutup

Kunjungan Mensos dan Gubernur Banten ke Monumen Palagan Lengkong, didampingi Wali Kota Benyamin, menjadi pengingat bahwa nilai patriotisme harus terus diwariskan. Dengan pelestarian situs sejarah dan penyelenggaraan kegiatan edukatif, Tangsel berharap peristiwa heroik ini tetap hidup dalam ingatan dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.

Shoppe Mall