Tanggerang Selatan – Setelah melalui perjuangan panjang dan penuh ketidakpastian, sebanyak 30 keluarga eks warga Kampung Bayam akhirnya bisa bernafas lega. Mereka resmi menempati Rumah Susun Bayam (RSB) yang terletak di dekat kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Rabu (7/8/2025).
Kepindahan ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi warga yang sebelumnya tergusur akibat pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut. Kini, mereka tak hanya mendapatkan atap untuk berteduh, tetapi juga harapan untuk menata kembali kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Akhir Penantian Panjang
Sudah hampir dua tahun para eks warga Kampung Bayam menanti realisasi janji relokasi yang manusiawi. Sebagian besar dari mereka sempat tinggal di tenda darurat atau berpindah-pindah tempat sejak penggusuran pada 2022 silam.
“Alhamdulillah akhirnya kami bisa menempati rusun ini. Semoga ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga awal kehidupan baru yang lebih baik,” ujar Sumiati (43), salah satu penghuni baru RSB, dengan mata berkaca-kaca.
Menurut data dari Pemprov DKI Jakarta, total kapasitas RSB mencapai 138 unit, dan 30 unit di antaranya telah dialokasikan untuk warga eks Kampung Bayam yang telah memenuhi syarat administrasi dan teknis.

Baca juga: Layanan Administrasi Hukum Umum Hadir di MPP Tangsel, Benyamin: Beri Kemudahan Bagi Masyarakat
Fasilitas Lengkap dan Lokasi Strategis
Lokasinya yang bersebelahan dengan JIS juga membuka peluang ekonomi baru.
“Kami berharap warga bisa beradaptasi, menjaga fasilitas bersama, dan secara perlahan bangkit dari kondisi sebelumnya,” kata Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Retno Sulistyaningrum.
Langkah Kolaboratif Pemerintah
Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses hunian layak bagi eks Kampung Bayam, termasuk dalam pendataan, verifikasi, hingga pendampingan sosial.
Ke depan, pemerintah juga berencana menghadirkan pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan anak-anak penghuni rusun agar mereka bisa tetap mengenyam pendidikan secara optimal.
Jaga Komitmen dan Kepercayaan
Namun, masih ada PR besar: sebagian warga eks Kampung Bayam lainnya yang belum mendapat tempat tinggal tetap berharap mendapatkan kejelasan. Pemerintah berkomitmen terus melanjutkan proses relokasi secara bertahap dan adil.
“Kami ingin semua warga merasakan keadilan. Proses ini memang bertahap, tapi kami pastikan transparan dan berkeadilan,” tegas Retno.
Di balik megahnya JIS, kini hadir cerita tentang perjuangan, hak atas tempat tinggal, dan harapan yang kembali menyala bagi warga yang sempat kehilangan segalanya.






